Makanan bergizi tinggi untuk burung kenari, lovebird, finch (keluarga pipit), dan parkit memang banyak dijumpai di toko burung, baik buatan luar negeri maupun dalam negeri. Makanan bergizi tinggi biasanya dicirikan mengandung protein tinggi, namun serasi dan seimbang dengan zat gizi lainnya, terutama energi metabolisme, lemak, serat kasar, mineral, dan vitamin. Tetapi kita bisa kok bikin sendiri, dengan kualitas gizi yang tidak tidak jauh berbeda.
Kali ini kita tidak hanya belajar menjadi master chef untuk kenari, tetapi membuat egg food yang bisa disajikan untuk kenari, lovebird, finch, dan parkit kesayangan Anda. Sebagian penggemar burung menyebut egg foof dengan istilah egg mix. Tapi apalah arti sebuah nama, yang penting ada egg atau telur sebagai bahan baku utama.
Bahan baku:
Proses pembuatan:
Rebus telur hingga matang, setelah itu didinginkan.
Kupas telur dari cangkang atau kerabangnya. Cangkang telur jangan dibuang, tapi disimpan dalam wadah terpisah (nantinya mau digunakan lagi).
Telur diaduk-aduk telur menggunakan sendok hingga berbentuk cacahan halus.
Tumbuk cangkang telur hingga benar-benar halus. Kalau Anda memiliki alat penggiling kopi, bisa digunakan untuk menghaluskan cangkang telur.
Masukan biji bunga matahariyang sudah dihaluskan ke dalam telur, lalu diaduk-aduk hingga merata.
Masukan cangkang telur yang sudah dihaluskan ke dalam adonan, lalu diaduk lagi hingga merata.
Pada tahap ini, makanan sudah siap disajikan sebagai menu hidangan untuk burung Anda.
Jika memungkinkan, Anda bisa juga memasukan buah-buahan atau sayuran yang sudah dipotong kecil.
Berikut tabel kandungan nutrisi dalam racikan egg food di atas, berdasarkan dari data yang diperoleh dari USDA National Nutritional Database for Standar Reference. Daftar ini adalah daftar nutrisi yang didapatkan dari pembuatan telur dan biji bunga matahari, belum termasuk buah dan/atau sayuran.
Friday, 7 December 2012
Tuesday, 13 November 2012
Tips agar burung suka berkicau
Ini adalah salah satu kiat perawatan burung harian yang mungkin sudah banyak diterapkan oleh para kicaumania, namun setahu saya tidak pernah dibahas secara detil.
Tulisan ini bertolak dari suatu asumsi (berdasarkan pengamatan atas perilaku burung dan juga manusia, hehehe) bahwa dalam kondisi kekenyangan, burung (dan juga manusia-lah) cenderung malas-malasan. Manifestasi malas2an ini, kalau burung ya nggak rajin bunyi, kalau manusia ya akan segera menuju kamar tidur lantas mendekap guling….
Dalam konteks burung, ada saran dari saya: berikan pakan ketika lapar dan stop pemberian sebelum kenyang (atau kekenyangan). Tapi perlu diingat, bahwa ini adalah pola perawatan bagi mereka yang “sempat” dan bisa konsisten.
Caranya, setelah burung mandi (pada pagi hari, kalau biasa dimandikan pagi) katakanlah jam 7, berikan pakan seperti sediakala. Selepas jam 9, keluarkan wadah pakan. Ini bertujuan agar burung tidak makan melulu setelah itu. Sekitar jam 12, baru wadah pakan dimasukkan lagi. Kalau siang biasanya diberi tambahan jangkrik entah berapa ekor misalnya, ya berikan seperti sediakala. Keluarkan lagi wadah pakan sekitar jam 13. Masukkan lagi pada jam 17-an atau setengah jam sebelum burung masuk peraduan. Dan keluarkan wadah pakan bersamaan dengan Anda mengerodong burung, atau kalau yang tidak biasa kerodong, ya pokoknya keluarkan wadah pakan agar burung tidak makan di malam hari.
Pola di atas memang tidak baku, terserah Anda bagaimana mengaturnya yang jelas tujuannya adalah agar burung tidak makan melulu dan kekenyangan. Burung yang selalu kenyang, selain relatif tidak rajin bunyi, juga gampang menjadi gemuk. Padahal kalau burung kegemukan, pastilah relatif nggak rajin bunyi.
Catatan:
Pola pengaturan pakan seperti ini berlaku untuk burung dalam kondisi normal (tidak sakit/ mabung; tidak dalam treatment khusus menghadapi lomba dsb) dalam perawatan sehari-hari.
Pola pengaturan pakan seperti ini mutlak diterapkan kepada burung2 jenis tertentu (dalam kondisi normal untuk perawatan sehari-hari) yang kerjanya kebanyakan makan melulu seperti kenari. Jangan biarkan sangkar kenari Anda selalu ada pakan di dalamnya, karena selama ada pakan, kenari tidak pernah berhenti makan. Atau, cukup letakkan pakan kenari 1 sendok makan (atau bahkan kurang) pada pagi hari (dengan asumsi masih ada sayur/buah, atau kadang malah telor puyuh dsb). Cukupkan itu untuk makan kenari dalam sehari. Kalau sore hari sudah kosong, biarkan saja. Dan baru diberi lagi pagi hari keesokannya.
Terapkan ini secara konsisten, niscaya burung Anda yang seharusnya rajin bunyi tetapi angin2an, menjadi rajin bunyi.
Posted from DUTO SRI CAHYONO
Tulisan ini bertolak dari suatu asumsi (berdasarkan pengamatan atas perilaku burung dan juga manusia, hehehe) bahwa dalam kondisi kekenyangan, burung (dan juga manusia-lah) cenderung malas-malasan. Manifestasi malas2an ini, kalau burung ya nggak rajin bunyi, kalau manusia ya akan segera menuju kamar tidur lantas mendekap guling….
Dalam konteks burung, ada saran dari saya: berikan pakan ketika lapar dan stop pemberian sebelum kenyang (atau kekenyangan). Tapi perlu diingat, bahwa ini adalah pola perawatan bagi mereka yang “sempat” dan bisa konsisten.
Caranya, setelah burung mandi (pada pagi hari, kalau biasa dimandikan pagi) katakanlah jam 7, berikan pakan seperti sediakala. Selepas jam 9, keluarkan wadah pakan. Ini bertujuan agar burung tidak makan melulu setelah itu. Sekitar jam 12, baru wadah pakan dimasukkan lagi. Kalau siang biasanya diberi tambahan jangkrik entah berapa ekor misalnya, ya berikan seperti sediakala. Keluarkan lagi wadah pakan sekitar jam 13. Masukkan lagi pada jam 17-an atau setengah jam sebelum burung masuk peraduan. Dan keluarkan wadah pakan bersamaan dengan Anda mengerodong burung, atau kalau yang tidak biasa kerodong, ya pokoknya keluarkan wadah pakan agar burung tidak makan di malam hari.
Pola di atas memang tidak baku, terserah Anda bagaimana mengaturnya yang jelas tujuannya adalah agar burung tidak makan melulu dan kekenyangan. Burung yang selalu kenyang, selain relatif tidak rajin bunyi, juga gampang menjadi gemuk. Padahal kalau burung kegemukan, pastilah relatif nggak rajin bunyi.
Catatan:
Pola pengaturan pakan seperti ini berlaku untuk burung dalam kondisi normal (tidak sakit/ mabung; tidak dalam treatment khusus menghadapi lomba dsb) dalam perawatan sehari-hari.
Pola pengaturan pakan seperti ini mutlak diterapkan kepada burung2 jenis tertentu (dalam kondisi normal untuk perawatan sehari-hari) yang kerjanya kebanyakan makan melulu seperti kenari. Jangan biarkan sangkar kenari Anda selalu ada pakan di dalamnya, karena selama ada pakan, kenari tidak pernah berhenti makan. Atau, cukup letakkan pakan kenari 1 sendok makan (atau bahkan kurang) pada pagi hari (dengan asumsi masih ada sayur/buah, atau kadang malah telor puyuh dsb). Cukupkan itu untuk makan kenari dalam sehari. Kalau sore hari sudah kosong, biarkan saja. Dan baru diberi lagi pagi hari keesokannya.
Terapkan ini secara konsisten, niscaya burung Anda yang seharusnya rajin bunyi tetapi angin2an, menjadi rajin bunyi.
Posted from DUTO SRI CAHYONO
Tuesday, 6 November 2012
Monday, 5 November 2012
Murai Batu Ekor Hitam ( Black Tailed Shama)
Kadang orang banyak menilai setiap MB Ekor Hitam adalah MB Nias, saya mencoba mengupas Jenis Murai Batu Ekor Hitam ( Black Tailed Shama.
MB Nias kebanyakan berekor hitam mulus, sama seperti MB dari Siemelu (orang Aceh bilang MB Sinabang Cirinya: body agak kecil kepala kecil ekor pendek biasanya ), sama dgn MB Mentawai dan Pulau Pagai (orang Sumbar bilang MB Pagai).MB dari pulau Lasia ( cirinya: bodynya gede ekor agak panjang), Mb pulau lempuyang (Cirinya :dari ke 6 pasang ekornya, 3 dari atas item total, 3 kebawahnya lg ada warna putih berdiameter 1cm pada ujungnya. Mb dari Sabang (cirinya hampir mirip dgn Mb Lempuyang hanya ekor lebih panjang sayang jenis sudah langka,susah didapat dipasaran) mb Kesemuanya adalah MB kepulauan.
Secara umum kualitas mental tempur MB ekor hitam sangat bagus dan bersuara tembus,melengking hanya saja minusnya sering ngeban dan ngukluk yang diulang ulang , tapi dengan seiring bertambah usia mapannya MB tersebut akan makin stabil dalam berolah vokalnya. Terbukti sekarang sudah mulai banyak MB ekor hitam yang tampil dan juara di ajang kontes MB Nasional . Jadi tetap semangatlah walau anda memiliki MB yang sebelumnya dianaktirikan dan dibilang MB murahan tapi dengan seiring waktu terjawab sudah kehebatan MB ekor Hitam ini yang mampu turun 3 sesi dalam kontes. Semangat kawan dan jangan menyerah.Jangan Ragu gantangkan ekor hitam dalam setiap even.
Di kontes murai batu nasional pun yang diadakan di Jakarta, murai batu nias juga pernah meraih juara III. Prestasi itu membuat pencinta-pencinta burung murai batu dari luar daerah mulai melirik dan memburu murai nias.
Akibatnya, murai batu nias semakin mahal dan sering dibawa keluar daerah. Bahkan, setiap bulan, murai batu nias yang dibawa keluar daerah sebanyak 100 sampai 200 ekor. “Inilah yang membuat harga murai batu nias ini melambung.
Harga murai batu yang sering menang lomba akan semakin mahal. Bisa dihargai hingga jutaan rupiah. Menurut Osiduhugö, murai batu yang baru ditangkap dan belum makan pur (makanan burung olahan) dapat dijual seharga Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Jika sudah makan pur dan belum pandai, dapat dijual dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 500.000, dan yang telah pandai harganya semakin tinggi dari Rp 500.000 hingga jutaan.
Murai batu nias memiliki kepandaian dan IQ lebih tinggi, yang dibuktikan dengan daya tangkap dalam meniru suara di sekitarnya yang lebih cepat daripada murai batu dari daerah lain.
Selain memiliki daya tangkap dan IQ yang lebih tinggi, murai batu juga memiliki mental yang lebih kuat. Hal itu bisa terlihat jika dibawa ke mana saja dan sering dipindahkan dari kandang yang satu dengan kandang lainnya, murai batu nias tidak cepat stres.
MB Nias kebanyakan berekor hitam mulus, sama seperti MB dari Siemelu (orang Aceh bilang MB Sinabang Cirinya: body agak kecil kepala kecil ekor pendek biasanya ), sama dgn MB Mentawai dan Pulau Pagai (orang Sumbar bilang MB Pagai).MB dari pulau Lasia ( cirinya: bodynya gede ekor agak panjang), Mb pulau lempuyang (Cirinya :dari ke 6 pasang ekornya, 3 dari atas item total, 3 kebawahnya lg ada warna putih berdiameter 1cm pada ujungnya. Mb dari Sabang (cirinya hampir mirip dgn Mb Lempuyang hanya ekor lebih panjang sayang jenis sudah langka,susah didapat dipasaran) mb Kesemuanya adalah MB kepulauan.
Secara umum kualitas mental tempur MB ekor hitam sangat bagus dan bersuara tembus,melengking hanya saja minusnya sering ngeban dan ngukluk yang diulang ulang , tapi dengan seiring bertambah usia mapannya MB tersebut akan makin stabil dalam berolah vokalnya. Terbukti sekarang sudah mulai banyak MB ekor hitam yang tampil dan juara di ajang kontes MB Nasional . Jadi tetap semangatlah walau anda memiliki MB yang sebelumnya dianaktirikan dan dibilang MB murahan tapi dengan seiring waktu terjawab sudah kehebatan MB ekor Hitam ini yang mampu turun 3 sesi dalam kontes. Semangat kawan dan jangan menyerah.Jangan Ragu gantangkan ekor hitam dalam setiap even.
Di kontes murai batu nasional pun yang diadakan di Jakarta, murai batu nias juga pernah meraih juara III. Prestasi itu membuat pencinta-pencinta burung murai batu dari luar daerah mulai melirik dan memburu murai nias.
Akibatnya, murai batu nias semakin mahal dan sering dibawa keluar daerah. Bahkan, setiap bulan, murai batu nias yang dibawa keluar daerah sebanyak 100 sampai 200 ekor. “Inilah yang membuat harga murai batu nias ini melambung.
Harga murai batu yang sering menang lomba akan semakin mahal. Bisa dihargai hingga jutaan rupiah. Menurut Osiduhugö, murai batu yang baru ditangkap dan belum makan pur (makanan burung olahan) dapat dijual seharga Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Jika sudah makan pur dan belum pandai, dapat dijual dengan harga Rp 300.000 hingga Rp 500.000, dan yang telah pandai harganya semakin tinggi dari Rp 500.000 hingga jutaan.
Murai batu nias memiliki kepandaian dan IQ lebih tinggi, yang dibuktikan dengan daya tangkap dalam meniru suara di sekitarnya yang lebih cepat daripada murai batu dari daerah lain.
Selain memiliki daya tangkap dan IQ yang lebih tinggi, murai batu juga memiliki mental yang lebih kuat. Hal itu bisa terlihat jika dibawa ke mana saja dan sering dipindahkan dari kandang yang satu dengan kandang lainnya, murai batu nias tidak cepat stres.
Kenalan dengan Burung Murai Batu
Murai Batu (Copsychus malabaricus) merupakan burung kicau paling populer. Burung ini termasuk ke dalam family Turdidae. Burng Murai Batu tersebar di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa.
Burung murai batu dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namun juga gaya bertarungnya yang sangat atraktif.
Ciri-ciri morfologis
Burung Murai Batu memiliki ukuran tubuh 14-17 cm, hampir seluruh tubuhnya berwarna hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Terdapat sedikit semburat warna biru di bagian kepala. Dalam keadaan terkejut atau berkicau ekor panjang ditegakkan
Murai Batu dari Tanjung Redep, Kalimantan Timur menpunyai keunikan di bagian kepalanya yang bergaris putih memanjang ke belakang. Murai Kalimantan memiliki ekor lebih pendek dengan panjang sekitar 8-12 cm, sementara Murai Batu Sumatra 15-20 cm. Ciri khas Murai Batu Kalimantan lainnya adalah apabila berhadapan dengan jenisnya akan menggelembungkan bulu-bulu di sekitar dadanya sambil berkicau.
Murai Batu jantan dibedakan dengan betina dari kicauan yang lebih aktif dan ekor lebih panjang. Jantan tidak bisa menoleransi adanya jantan lain di sekitar wilayahnya. Sementara betina sulit menerima jantan yang tidak dikenal. Biasanya penangkaran dilakukan dengan mengawinkan pasangan dari satu induk.
Perawatan murai batu hampir sama saja dengan perawatan burung lainnya. Hanya saja, Anda harus bisa mengontrol karakter mentalnya yang mudah galak melalui makanan dan extra fooding.
Pola perawatan harian burung Murai Batu:
Pukul 07.00 pagi, sebelum burung dimandikan, angin-anginkan burung terlebih dahulu.
Setiap hari bersihkan kandang, ganti atau tambahkan makanan dan minuman.
Berikan Jangkrik 2-4 ekor pada cepuk EF (mangkuk), jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam setiap hari, mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit.
Siang hari sampai sore sekitar pukul jam 10.00-15.00 WIB, burung dapat diperdengarkan suara master atau burung-burung master.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras, boleh dimandikan lagi bila perlu.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung dapat kembali di perdengarkan suara master burung selama waktu istirahat sampai pagi hari.
Penanganan burung Murai Batu over birahi:
Salah satu ciri-ciri burung Murai Batu yang sedang dalam masa birahi berlebih (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.
Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 ekor pada pagi hari dan 2 ekor pada sore hari.
Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00 WIB).
Berikan Cacing 2 ekor 2 kali dalam seminggu.
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi, siang dan sore.
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit setiap hari.
Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.
Penanganan burung Murai Batu dalam kondisi drop:
Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor pada sore hari.
Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3 kali dalam seminggu.
Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Murai Batu lainnya.
Lama penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam setiap hari.
Burung murai batu dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namun juga gaya bertarungnya yang sangat atraktif.
Ciri-ciri morfologis
Burung Murai Batu memiliki ukuran tubuh 14-17 cm, hampir seluruh tubuhnya berwarna hitam, kecuali bagian bawah badan berwarna merah cerah hingga jingga kusam. Terdapat sedikit semburat warna biru di bagian kepala. Dalam keadaan terkejut atau berkicau ekor panjang ditegakkan
Murai Batu dari Tanjung Redep, Kalimantan Timur menpunyai keunikan di bagian kepalanya yang bergaris putih memanjang ke belakang. Murai Kalimantan memiliki ekor lebih pendek dengan panjang sekitar 8-12 cm, sementara Murai Batu Sumatra 15-20 cm. Ciri khas Murai Batu Kalimantan lainnya adalah apabila berhadapan dengan jenisnya akan menggelembungkan bulu-bulu di sekitar dadanya sambil berkicau.
Murai Batu jantan dibedakan dengan betina dari kicauan yang lebih aktif dan ekor lebih panjang. Jantan tidak bisa menoleransi adanya jantan lain di sekitar wilayahnya. Sementara betina sulit menerima jantan yang tidak dikenal. Biasanya penangkaran dilakukan dengan mengawinkan pasangan dari satu induk.
Perawatan murai batu hampir sama saja dengan perawatan burung lainnya. Hanya saja, Anda harus bisa mengontrol karakter mentalnya yang mudah galak melalui makanan dan extra fooding.
Pola perawatan harian burung Murai Batu:
Pukul 07.00 pagi, sebelum burung dimandikan, angin-anginkan burung terlebih dahulu.
Setiap hari bersihkan kandang, ganti atau tambahkan makanan dan minuman.
Berikan Jangkrik 2-4 ekor pada cepuk EF (mangkuk), jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam setiap hari, mulai pukul 08.00-11.00 WIB. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit.
Siang hari sampai sore sekitar pukul jam 10.00-15.00 WIB, burung dapat diperdengarkan suara master atau burung-burung master.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras, boleh dimandikan lagi bila perlu.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung dapat kembali di perdengarkan suara master burung selama waktu istirahat sampai pagi hari.
Penanganan burung Murai Batu over birahi:
Salah satu ciri-ciri burung Murai Batu yang sedang dalam masa birahi berlebih (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.
Pangkas porsi Jangkrik menjadi 3 ekor pada pagi hari dan 2 ekor pada sore hari.
Lakukan pengembunan (jam 05.30-06.00 WIB).
Berikan Cacing 2 ekor 2 kali dalam seminggu.
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi, siang dan sore.
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit setiap hari.
Waktu pengumbaran dibuat lebih sering dan lebih lama.
Penanganan burung Murai Batu dalam kondisi drop:
Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 ekor pada pagi hari dan 5 ekor pada sore hari.
Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3 kali dalam seminggu.
Berikan Kelabang 2 ekor seminggu sekali.
Mandi dibuat 2 hari sekali saja.
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Murai Batu lainnya.
Lama penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam setiap hari.
Merawat Murai Batu Bagi Pemula
Penempatan Sangkar
Tempat sangkar sebaiknya terkena sinar matahari pagi, tapi juga terhindar dari terik siang hari dan sangkar tersebut juga jangan sampai terkena tempias air hujan.
Penempatan sangkar antara burung jangan terlalu berdekatan, minimal 3m jarak kandang burunguntuk menjaga mental burung karena mental burung murai tidak sama ada yang kuat mentalnyadan juga sebaliknya.selain jarak kandang antara kedua burung murai, akan lebih baik lagi jika diantara keduanya ada burung jenis lain yang berkicau agar keicauan tersebut dapat ditiru oleh burung murai sebagai kombinasi kicauannya.
Memandikan dan Menjemur Murai
Usahakan tempat memandikan murai menggunakan tempat khusus untuk mempermudah murai berpola ketika mandi, dan mempermudah pemilik untuk membersihkan kandang dan mengganti makanan. Ingat burung yang sedang asyik mandi jangan dipaksa keluar dari tempat mandinya karena akan mengurangi ruang gerak saat mandi,dan biasanya burung yang belum puas mandinya maka akan menggunakan air minumnya untuk mandi.
Jemurlah burunf usai dimandikan guna mendapatkan rangsang sinar matahari khususnya di pagi hari karena sangat bermanfaat didalam proses pembentukan suatu mineral, contohnya Kalsium. Dengan demikian cahaya jelas berpengaruh terhadap pertumbuhan, metabolism, reproduksi dan tingkah laku.
Nutrisi
Burung Murai juga membutuhkan nutrisi yang cocok karena jika dibandingkan burung pemakan biji bijian kebutuhan nutrisi burung murai lebih rumit, dan faktor terpenting lagi adalah kebersihan nya. Untuk pakan yang diberikan harus selalu segar, dan harus mengganti pakan rutin setiap hari dengan pakan yang baru serta membersihkan pakan yang berceceran di lantai kandang untuk mencegah bau busuk dll.
Kemudian untuk menjaga kondisi tubuh secara maksimal, burung murai juga membutuhkan makanan yang bervariasi. Tujuannya untuk tercapainya keseimbangan antar protein, karbohidrat dan lemak, vitamin dan mineral. Murai juga membutuhkan vitamin seperti vitamin A (untuk menjaga kesehatan kulitdan pertumbuhan bulu), Vitamin B. (Untuk proses kerja system saraf pusat dan kebutuhan energi), vitamin C. (untukmelindungi murai dari penyakit kulit), dan vitamin D.( untuk membantu menjaga kesuburan reproduksi).
Adapun beberapa jenis pakan burung yang sangat digemari murai antara lain adalah :
KROTO (telor semut)
Jenis makanan ini sangat digemari murai tetapi agak merepotkan bagi para hobies karena harus menyajikan menu ini tiap hari harus tetap segar, bersih dan tidak bau(basi). Cara terbaik pemberian kroto yaitu dengan menyediakan dalam jumlah terbatas sebanyak 3 kali/hari. Murai yang diberi kroto secara teratur akan lebih rajin berkicau sehingga membuat mental murai lebih bagus dengan dapat berkicau lama tetapi juga tidak terlalu sering diberi makan kroto karena akan sulit berganti bulu meskipun sudah waktunya, daya tahan tubuh berkurang serta suara kicauannya agak pecah.
KUNING TELOR
Kuning telor rebus sebagai tambahan protein yang mengandung asam amino yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya Telor direbus dulu kemudian diletakkan di tempat makan burung yang terpisah dan pastikan selalu membuang sisa pakan telor yang tersisa.
Makanan pokok dan tambahan
Dengan memberikan menu makanan tambahan tidak lain yaitu untuk membantu para hobbies agar murai tidak ketergantungankelak dengan jenis makanan nonoton seperti kroto dan jangkrik serta telor saja melainkan makanan seperti pellet juga baik diberikan untuk burung agar supaya daya tahan tubuh lebih bagus dan warna bulu lebih bersih serta berkilau selain itu kebutuhan akan vitamin, mineral dan nutrisi yang diperlukan lebih terjamin.
AIR
Bagi murai kebutuhan terhadap air sama dengan kebutuhan nakanan, murai air digunakan untuk minum dan mandi dengan demikian maka perlu menjaga kualitas air. Air minum yang disediakan harus berupa air matang yang sudah dingin dan setiap hari harus diganti dan tempat air minum supaya dibersihkan agar lunut yang biasanya menempel tercuci bersih.
Friday, 2 November 2012
Merawat Burung Kacer
Yg terpenting adalah ketelatenan & kedisiplinan saja. Bila ingin mengetahui cara merawat burung kacer yg baik, perhatikan cara memberi makanannya. Yaitu selalu memilih jenis makanan yg kandungan proteinnya berkisar antara 12 sampai 18 persen. Kemudian sebagai tambahan bisa diberi dengan binatang kecil yg memang disukai oleh burung ini. Misalnya kroto atau jangkrik & ulat hongkong. Bila ada orong-orong & kroto maupun cacing, burung ini juga suka melahapnya.
Cara merawat burung kacer agar tetap terjaga kesehatannya.
Cara merawat burung kacer agar tetap terjaga kesehatannya merupakan hal yg tdk sulit juga. Yg paling utama setiap pagi mandikan dia atau diangin-anginkan, & bersihkan terus kandangnya agar tdk mudah terkena penyakit. Setelah mendapat angin, kemudian jemurlah dia agar mendapat sinar matahari pagi yg cukup. Waktu yg terbaik adalah jam delapan sampai jam sebelas.
Setelah penjemuran selesai, cara merawat burung kacer selanjutnya adalah diangin-anginkan kembali sebentar, kemudian kandangnya diberi kerodong. Lalu berilah kesempatan pada dia utk berlatih berkicau. Bunyikan kaset atau CD yg berisi suara kicauan burung kacer yg bagus di dekat dia sampai sore hari, maka dia akan tertarik & mau menirukannya secara perlahan-lahan.
Setelah matahari condong ke arah barat, kacer boleh diangin-anginkan & dimandikan lagi dengan cara disemprot. & setelah matahari terbenam. Masukan burung kacer Anda & latihlah utk berkicau lagi dengan cara yg sama seperti pada waktu siang tadi.
Bila sudah mulai bisa berkicau, burung kacer harus lebih sering dimandikan. Bahkan kalau perlu malam hari juga. Namun utk yg malam tdk perlu setiap hari, cukup seminggu sekali saja. Kemudian pola makannya juga harus diatur dengan lebih ketat & tdk boleh sembarangan. Karena bila terlalu banyak makan, burung kacer akan kelebihan berat badan. Ini akan mengakibatkan dia menjadi malas bergerak & tdk mau mengeluarkan suara kicauan lagi.
Cara merawat burung kacer agar tetap terjaga kesehatannya.
Cara merawat burung kacer agar tetap terjaga kesehatannya merupakan hal yg tdk sulit juga. Yg paling utama setiap pagi mandikan dia atau diangin-anginkan, & bersihkan terus kandangnya agar tdk mudah terkena penyakit. Setelah mendapat angin, kemudian jemurlah dia agar mendapat sinar matahari pagi yg cukup. Waktu yg terbaik adalah jam delapan sampai jam sebelas.
Setelah penjemuran selesai, cara merawat burung kacer selanjutnya adalah diangin-anginkan kembali sebentar, kemudian kandangnya diberi kerodong. Lalu berilah kesempatan pada dia utk berlatih berkicau. Bunyikan kaset atau CD yg berisi suara kicauan burung kacer yg bagus di dekat dia sampai sore hari, maka dia akan tertarik & mau menirukannya secara perlahan-lahan.
Setelah matahari condong ke arah barat, kacer boleh diangin-anginkan & dimandikan lagi dengan cara disemprot. & setelah matahari terbenam. Masukan burung kacer Anda & latihlah utk berkicau lagi dengan cara yg sama seperti pada waktu siang tadi.
Bila sudah mulai bisa berkicau, burung kacer harus lebih sering dimandikan. Bahkan kalau perlu malam hari juga. Namun utk yg malam tdk perlu setiap hari, cukup seminggu sekali saja. Kemudian pola makannya juga harus diatur dengan lebih ketat & tdk boleh sembarangan. Karena bila terlalu banyak makan, burung kacer akan kelebihan berat badan. Ini akan mengakibatkan dia menjadi malas bergerak & tdk mau mengeluarkan suara kicauan lagi.
Subscribe to:
Posts (Atom)




