Wednesday, 3 March 2010

Burung cuma ngeriwik, cuma gacor di rumah, atau cuma gacor malam hari?

Banyak sekali pertanyaan tentang mengapa burung cuma ngeriwik, atau bunyi cuma pagi hari, atau hanya gacor kalau di rumah tetapi tidak gacor di lapangan, atau sebaliknya cuma gacor di lapangan tetapi tidak gacor di rumah.

Sekali lagi ingin saya tekankan bahwa burung apapun yang gacor dalam “segala cuaca” adalah burung yang tidak sakit secara fisik ataupun mental. Berikut ini saya sebutkan sejumlah kondisi burung yang hanya ngeriwik atau hanya bunyi pada waktu dan tempat tertentu.

1. Burung hanya ngeriwik terus.
Burung yang hanya ngeriwik biasanya adalah:
= Burung tua atau pun muda terutama tangkapan hutan. Sebab, meski muda, burung hasil tangkaran biasanya mau gacor. Mengapa? Burung hasil tangkaran besar di lingkungan manusia dan karenanya dia tidak ada kendala takut kepada manusia dan lingkungannya. Sedangkan burung tangkapan hutan, perlu penyesuaian yang lama dengan lingkungan manusia. Dia harus melalui proses penjinakan sehingga cepat beradaptasi.

Kalau Anda memelihara burung tangkapan hutan, kadang perlu waktu berbulan-bulan untuk membuat dia tidak takut lagi dengan manusia. Biasanya, setelah masa mabung barulah dia bisa beradaptasi. Syaratnya, selama waktu itu pula dia ditempatkan di tempat yang relatif ramai, dekat orang rumah berlalu lalang.

Jadi Anda jangan terlalu berharap bahwa burung hasil tangkapan hutan mau gacor dalam waktu singkat sekitar 1-2 bulan. Perlu berbulan-bulan sampai benar-benar tidak takut dengan lingkungan manusia. Dengan demikian, burung yang ngeriwik terus sebenarnya adalah burung yang tidak sehat secara mental, atau mentalnya masih tertekan, dalam hal ini oleh lingkungan yang sama sekali asing bagi dia.

= Burung memasuki masa mabung. Burung mabung biasanya hanya ngeriwik-ngeriwik atau bahkan hanya diam sama sekali. Cek saja kalau burung Anda tiba-tiba tidak gacor, ada kemungkinan memasuki masa mabung. Ada bulu-bulu halus mulai berjatuhan.

= Burung habis mabung, biasanya juga cuma ngeriwik. Dia tidak mau gacor sebagaimana ketika bekum mabung. Hal itu disebabkan, masa rekondisi pasca mabung memang memerlukan waktu sekitar 1-2 bulan. Tentu hal ini tidak berlaku untuk burung-burung tertentu, yang bahkan dalam kondisi mabung masih tetap gacor. Artinya, secara umum, burung yang baru saja mabung sebenarnya adalah burung yang tidak atau belum sehat secara fisik. Untuk mempercepat kesehatannya pulih, pastikan saja kecukupan nutrisinya.

= Burung yang kalah setelah diadu, biasanya juga hanya ngeriwik-ngeriwik terus tidak mau lagi gacor. Kalau hal itu terjadi pada burung Anda, maka burung Anda perlu dikarantina. Sampai kapan? Kadang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk memulihkannya, atau biasanya setelah melewati lagi masa mabung. Selama perawatan, Anda jugta perlu memperhatikan kecukupan pakan dan gizinya.

2. Burung hanya gacor pada waktu tertentu.
=
Ada burung tertentu yang hanya gacor pada pagi hari sementara sisa waktu selanjutnya hanya ngeriwik, atau gacor hanya malam hari, dan sebagainya. Hal itu biasanya berlaku pada burung-burung yang sebenarnya sudah tidak takut lingkungan tetapi belum fit secara fisik, dan bisa juga karena tidak atau belum birahi sepenuhnya. Burung yang birahi, biasanya gacor sepanjang hari. Tentu dalam hal ini Anda harus mengusahakan bagaimana agar burung tersebut bisa birahi.

= Burung-burung muda juga punya kebiasaan hanya gacor pada waktu tertentu. Dengan demikian, ini hanya masalah waktu yang menuntut Anda untuk bersabar.

3. Burung hanya gacor di tempat tertentu.
=
Burung yang hanya gacor di rumah tetapi tidak di arena lomba biasanya disebabkan oleh kondisi tidak fit atau bisa juga karena tidak terbiasa diadu dalam keramaian. Dengan demikian, perlu dilihat dan dikondisikan fisiknya sehingga benar-benar fit dan sementara itu juga dilatih secara rutin tetapi terukur kalau Anda memang pengin punya burung yang mau dan terbiasa gacor di arena lomba atau di keramaian.

= Burung yang hanya gacor di arena lomba tetapi tidak gacor di rumah. Burung seperti ini biasanya disebabkan oleh kondisi kurang birahi. Dalam kondisi seperti itu, burung hanya birahi ketika dirangsang oleh datangnya “musuh” atau “pesaing” yakni burung lain. Semetara kalau di rumah, di mana tidak ada musuh, dia tidak bersemangat untuk bersuara. Tingkatkan birahinya, itu salah satu kuncinya.

Namun demikian, ada juga burung yang memang sudah punya karakter seperti itu, yakni hanya mau bunyi kalau ada lawannya. Kalau sudah berbicara mengenai karakter, maka tidak ada obat apapun yang manjur.

dr Om Kicau

Cara memotong ring atau cincin burung

Dalam kondisi tertentu, misalnya kaki burung timbul kerak atau membesar, maka cincin atau ring burung hasil penangkaran akan menimbulkan gangguan yang serius. Oleh karena itu ring seperti itu harus dipotong.

Sementara itu khusus untuk burung kenari yang becincin logam, biasanya juga saya potong. Mengapa? Ring logam akan menyebabkan kenari berjingkat-jingkat ketika dijemur lama karena logam menyerap panas dan membuat kenari kepanasan (padahal kenari adalah pemakan biji yang perlu dijemur relatif lebih lama ketimbang burung non-pemakan biji).

Kadang juga karena ring kedodoran, biasanya saya potong. Jika ring di kaki kenari terlalu longgar, ring atau cincin akan selalu turun dan mendesak/menekan pangkal atas jari2 kenari ke arah bawah dan menyebabkan jari-jari kenari tidak bisa mencengkeram kuat di tangkringan. Akibatnya, dalam jangka panjang bisa membuat burung invalid (cacat).

Dalam memotong cincin atau ring burung ini tidak boleh asal-asalan. Sebab, kecerobohan bisa berakibat fatal pada kaki burung.

Nah, pemotongan cincin atau ring bisa memakai tang pemotong kawat biasa jika ring berbahan logam tipis. Kalau tebal, penggunaan tang tidak akan bisa kecuali kaki burung akan ikut terpotong juga…

Ada teman di forum kicaumania.org mengatakan pemotongan bisa dilakukan menggunakan gergaji besi. Namun, saya tidak yakin kalau ada orang yang pernah melakukannya secara berhasil. Sebab, posisi pemotongan dengan gergaji besi untuk cincin atau ring burung sangat tidak memungkinkan. Lagian, kalau yang dipotong adalah ring yang diproduksi pembuat ring pada umumnya yang biasanya relatif tebal, maka pemotongan pun perlu dilakukan pada dua sisi cincin. Dengan cara itu ring atau cincin nanti akan terbelah jadi dua dan bukan sekadar terbuka-paksa dengan dua tang (prakteknya sulit membuka ring yang hanya terpotong satu bagian meski dengan menggunakan dua tang).

Kalau memang bisa dilakukan dengan cara itu, maka bisa dipastikan ring tersebut tidak dibuat khusus untuk burung hasil penangkaran dan pasti dibuat dari logam lembek (aluminimum misalnya). Nah, memotong ring yang terbuat dari logam lembek tidak perlu digergaji atau dipotong dua bagian. Cukup dengan tang pemotong kawat, bisa putus.

Cara pemotongan
Nah bagaimana memotong cincin atau ring burung yang benar? Alat apa yang digunakan untuk memotong ring? Berdasar pengalaman selama ini, tidak ada alat lain yang seefektif kikir besi untuk memotong logam cincin burung. Tetapi apa pun alatnya, yang lebih penting lagi adalah caranya.

Kalau ring atau cincin burung longgar, tarik ring ke atas dulu, kemudian kaki burung diplester melingkar. Kemudian turunkan ring pada posisi semula (di sebelah luar kaki yang sudah diplester). Setelah itu rekatkan lagi plester di kaki burung pada bagian atas dan bawah ring. Tujuan pemlesteran ini adalah melindungi kaki burung dari kemungkinan kikir meleset ketika digesek-gesekkan nanti.

Jika ring ketat menempel di kaki sehingga tidak menyisakan ruang untuk pemasangan plester di antara ring dan kaki burung, maka pasangkan melingkar saja plester di bagian atas dan bawah ring.

Langkah berikutnya adalah pegang burung dan letakkan kaki burung pada jari kita dengan posisi sedemikian rupa sehingga bagian ring menghadap ke posisi paling mudah bagi kita untuk menggeser-geserkan kikir.

Geser-geserkan kikir searah kaki burung (arah menyilang/potong ring) pada bagian yang sudah kita pilih. Lakukan hal itu tidak secara marathon. Artinya, kalau dalam waktu satu menit ring belum putus, berhenti dulu. Kalau Anda lanjutkan, bisa2 kaki burung jadi setengah matang karena ring yang digesek kikir terus-menerus akan menjadi panas. Kalau perlu, tetesi ring dengan air. Setelah dingin, lanjutkan lagi gesek kikirnya.

Setelah satu sisi ring putus, lakukan hal yang sama untuk sisi sebaliknya. Sebab, kalau yang putus hanya satu sisi, tetap saja tidak akan bisa dibuka dengan mudah dengan tang atau alat apapun tanpa menimbulkan risiko besar tergoresnya kaki burung atau pecahnya tulang kaki burung.

Nah setelah satu sisi lain putus, ya sudah, lepaslah ring dari kaki burung.

Sepertinya masalah memotong ring di kaki burung adalah permasalahn sepele. Tetapi jika Anda tidak tahu caranya, atau sekadar mengira-ngira saja cara memotongnya, ya tidak mengherankan kalau akan timbul risiko yang sangat tidak kita harapkan.


dr Om Kicau

Saturday, 27 February 2010

Mempersiapkan Tledekan ke Arena Lomba

Burung Tledekan dari segi fisik memang tidak begitu besar, namun memiliki sifat figthter (petarung). Makanan utamanya adalah kroto. Master yang baik untuk tledekan adalah antara lain : Cucak jenggot, Cililin, Love bird, Hma Mei, Kacer, Kenari. Perawatan sehari-hari burung tledekan adalah sebagai berikut :
  1. Pagi jam 06.00 burung dikeluarkan dari dalam rumah, kemudian buka kerodongnya biarkan bunyi-bunyi dulu untuk beberapa menit. Jam 06.30 burung di mandikan. Cara memandikannya bisa dengan disemprot handspray atau dengan menyediakan bak mandi kecil di dalam sangkarnya. Namun bisa juga di masukkan ke dalam bak keramba jika ia mau mandi sendiri. Jangan lupa untuk membersihkan sangkar, hilangkan semua kotoran yang melekat di kandang tersebut. Ada baiknya bila sangkar di bersihkan dengan menggunakan air yang mengandung antiseptik seperti : Aksepto Rodalon.
  2. Jam 07.00 burung tledekan di jemur selama 3 jam. Sebelum dijemur berikan jangkrik 3 ekor, kroto sepenuh tempat makanannya (cepluk). Setelah proses penjemuran selesai kandang burung di turunkan dan jangan langsung di kerodong, biarkan di teras dulu beberapa menit untuk di angin-anginkan. Setelah dirasa cukup barulah di kerodong kembali untuk istirahat.
  3. Jam 15.00, Burung tledekan di keluarkan lagi, buka kerodong sangkar kemudian dianginkan lebih kurang 10 menit. Setelah itu burung di mandikan kembali sama halnya seperti pada pagi hari. Jam 15.30 burung di jemur hingga 17.00. Sebelum di kerodong cek makanannya. Kroto diberikan kembali apabila sudah habis dan tambahkan jangkrik 2 ekor. Barulah setelah itu di kerodong.
  4. No: 1 sampai dengan 3 dilakukan setiap hari dimulai dari : Senin hingga Kamis. Mulai hari Jum'at dan sabtu setelah di buka kerodong dan dianginkan lantas di mandikan sebelum di jemur berikan jangkrik : 5 ekor dan ulat hongkong 3 ekor serta kroto sepenuh tempatnya. Proses penjemuran bisa di tambah apabila memang tledekan tersebut tahan panas. Setelah di rasakan cukup lama turunkan kandang dari gantangan, di anginkan sebentar dan setelah 10 menit, tutup kandang dengan kerodong. Istirahatkan burung di dalam rumah. Sore hari jam 15.00 burung tledekan keluarkan kembali untuk mandi dan jemur serta extra fooding jangkrik dan ulat hongkong berikan kembali dengan takaran sama dengan menu pagi yaitu : 5 ekor jangkrik dan 3 ekor ulat hongkong.
  5. Minggu pagi jam 06.00 burung seperti biasa keluarkan dari rumah dianginkan dan tidak usah di mandikan , cukup bersihkan kandang dan periksa makanan serta minumannya. kroto berikan sepenuh tempat makanannya, jangkrik 5 ekor dan ulat hongkong ditambah 5 ekor setelah itu kerodong kembali. Burung siap di bawa ke arena lomba.
dari kicaumania

Tips Merawat Cucak Hijau Agar Tampil Ngentrok

Sepertinya kurang sempurna bila Cucak Hijau berkicau tidak mengeluarkan gaya ngentroknya. Bila cucak hijau Anda ingin tampil ngentrok berikut ini saya memberikan tips seputar perawatan cucak hijau agar penampilannya semakin memukau ketika di lapangan.
Hal yang harus dilakukan adalah :
1. Pagi jam 6.00 bila cuaca cerah (tidak mendung atau dingin) , burung di keluarkan dari dalam rumah kemudian buka kerodong sangkar. biarkan berkicau.
2. Jam 7.00 burung mulai dimandikan dengan cara dimasukkan ke dalam bak keramba (tempat mandi burung). Biarkan mandi sepuasnya. Dengan catatan kondisi cuaca baik.
3. jam 7.30 burung dijemur. Berikan jangkrik 3 - 5 ekor kroto, kroto 1 sendok teh buah jika sudah busuk ganti dengan yang segar. Buah diganti setiap hari dengan diselang-seling. Buah yang diberikan biasanya pisang dan apel.
4. Berikan ulat bumbung 1 ekor. pemberikan ulat bumbung diberikan 3 x dalam 1 minggu.
5. Setelah burung dijemur sekita 2 - 3 jam (tergantung kondisi burung tersebut tahan jemur lama apa tidak). Turunkan sangkar lantas dianginkan beberapa menit setelah itu dikerodong.
6. Sore harinya sekitar Jam 15.00 atau 15.30. Burung siap untuk dimandikan lagi. Sama seperti pagi hari. Saat di jemur berikan jangkrik 3 ekor sambil di cek voor dan air minumnya.
7. Menjelang lomba (H-3) perlakuan mandi jemur sama, namun pemberian extra fooding seperti jangkrik di tambah pagi 7 - 10 ekor, sore 7 - 10. Berikan tambahan seperti ulat hongkong 3 ekor guna memacu daya tempur saat dilapangan.
8. Pada Hari (H-1) menjelang lomba , burung hanya dimandikan lantas dijemur extra fooding sama dengan point 7. Namun setelah dijemur dan anginkan kerodong sangkar hingga besok pagi.
9. Pada hari H sebelum berangkat , bersihkan kotoran, cek voor dan buah ganti yang segar. Berikan jangkrik 7 - 10 + ulat bumbung 1 + 3 ulat hongkong. Tanpa di Mandikan atau dijemur.

dari kicaumania

Merawat & MelatihCendet Setelah Ngurak

Cendet adalah burung sawah yang dapat menirukan suara burung jenis lain. Oleh karena itu Cendet mendapat julukan si burung sawah yang cerdas. Suara khasnya memang kurang enak bila di dengar, namun apabila ia sudah dimaster dengan suara burung lain maka suara yang dinyanyikannya akan semakin indah dan enak di dengar. Master yang baik untuk burung cendet ini adalah : cucak jenggot, love bird, cililin, belalang, burung gereja (sedang tarung), branjangan, ciblek, kenari dan jalak uret. Apabila cendet kesayangan Anda memiliki semua jenis suara burung master tersebut maka tinggal bagaimana melatih mentalnya saja agar tidak drop ketika berada di arena lomba atau kontes burung berkicau.

Menu utama pakan burung cendet adalah jangkrik. Disamping jangkrik extrafooding lainnya juga perlu diberikan semisal : kroto & ulat hongkong. Voer yang diberikan harus memiliki kandungan protein dan gizi yang baik. Merk tak jadi masalah boleh apa saja.

Ciri khas burung cendet adalah ekornya yang panjang dan akan meliuk-liuk jika sedang berbunyi. Sifat asli burung cendet adalah galak dan jika mematuk biasanya dia akan sekaligus menggigit dengan paruhnya yang tajam dan meninggalkan bekas gigitannya ditangan.
Namun apabila burung cendet ini kita pelihara sejak piyikan maka sifat galaknya akan sedikit hilang bahkan burung ini jika melihat tangan kita mendekat ia akan langsung turun seolah-oleh kita akan memberinya makan (jangkrik atau ulat).

Perawatan Cendet untuk sehari-hari ala penulis blog ini :

  1. Jam 06.30 Burung dikeluarkan dari dalam rumah, kemudian buka krodong. Biarkan bunyi sampai jam 07.00. Kemudian baru dimandikan (disemprot).
  2. Setelah dimandikan berikan jangkrik 10 ekor dan telor semut (kroto) secukupnya (1 sendok makan) itu sudah cukup, lalu dijemur hingga jam 12.00 siang. Setelah itu ambil kandang dan biarkan dulu dianginkan di teras rumah lebih kurang 15 menit. Kemudian tutup kandang dengan kerodong.
  3. Jam 15.00 sore kandang burung kembali di buka kerodongnya dan langsung dijemur. Lantas burung dimandikan beri jangkrik 5 ekor dan kroto 1 sendok makan, langsung jemur. Proses penjemuran sampai jam 16.00 sore. Setelah itu burung di kerodong kembali dan tempatkan di dalam ruangan untuk istirahat.
  4. Perawatan di atas dilakukan mulai dari hari Senin s.d. Kamis. Untuk hari Jum'at dan Sabtu menu jangkrik ditambah biasanya pagi : 10 ekor di tambah menjadi 15 ekor dan sore biasanya 5 ekor ditambah menjadi 7 ekor serta diberi ulat hongkong 3 ekor pagi dan 3 ekor sore hari.
  5. Hari Minggu ketika burung akan di lombakan pemberian jangkrik dan kroto tetap hanya ditambah ulat hongkong 5 ekor menjelang lomba. Setelah lomba kaki cendet disemprot dan kembali di beri jangkrik 5 ekor. serta ulat hongkong 3 ekor.
Burung biasanya dilombakan 2 x dalam 1 bulan ini bertujuan agar stamina burung cendet tetap stabil. Bila stamina kurang baik akan dapat mempengaruhi mental dari burung cendet itu sendiri.

Merawat dan Melatih Cendet pasca ngurak harus lebih intensif lagi. Dikarenakan biasanya burung yang selesai ngurak staminanya masih lemah dan mentalnya sedikit ngedrop bila di hadapkan dengan burung sejenisnya. Burung cendet yang baru saja selesai mengalami proses ngurak harus lebih banyak asupan nutrisinya. Extra fooding seperti jangkrik diberikan sesuai / sama dengan takaran yang sama dengan sebelum ngurak begitu juga dengan yang lainnya. Burung-burung master usahakan selalu ditempel di dekat kandang cendet. Ini bertujuan agar suara isian tidak hilang.

Membedakan Jenis Kelamin Cucak Hijau Bakalan

Untuk membedakan jenis kelamin pada burung cucak hijau yang masih bakalan salah satunya yaitu dengan melihat pada bagian mata. Disekeliling mata terdapat warna kuning atau warna putih. Apabila warna sekelilingnya adalah berwarna kuning maka biasanya itu adalah jantan.Sebaliknya apabila disekeliling mata tersebut berwarna putih maka jenis kelamin burung tersebu betina. Hal ini sudah dibuktikan beberapa kali oleh saya ketika membeli bahan cucak hijau.
Yang perlu dikhawatirkan adalah perilaku nakal pedagang burung apabila ia tidak jujur. Burung betina bisa saja ia katakan jantan untuk memperoleh keuntungan besar namun tak halal. Oleh karena itu jika Anda membeli bakalan cucak hijau carilah ciri2 sebagaimana disebutkan diatas tadi atau bila perlu mengajak teman/saudara yang lebih memahami tentang ciri-ciri bakalan cucak hijau.


darai kicaumania

Friday, 26 February 2010

Teknik Mengkarkan Kenari

Pertama kali yang harus dilakukan ketika kita akan melakukan proses penangkaran burung kenari adalah memilih calon indukan. Calon indukan inilah yang akan menentukan kualitas dari anakannya nanti. Apabila kualitas dari kedua indukannya tidak bagus maka anakan yang dihasilkannya pun tidak akan berbeda jauh dari indukannya.

Dalam memilih calon indukan sebaiknya pilihlah indukan Jantan yang memiliki beberapa kriteria seperti : Berbadan besar dan panjang, volume keras, irama yang dilantunkannya enak di dengar, memiliki variasi lagu, serta memiliki mental yang baik. Sementara untuk calon indukan betina carilah yang berbodi besar, panjang, volume keras, serta bermental baik. Lebih baik lagi apabila kualitas pejantan sudah terbukti di lapangan ini akan berpengaruh pada kualitas mental, lagu anakannya nanti.

Untuk menjodohkan sepasang kenari hal pertama yang perlu dilakukan adalah ; dekatkan kandang kenari betina dengan kenari jantan dalam beberapa hari. Atau bila kenari betina ketika didekatkan langsung menunjukkan sifat birahinya yaitu biasanya ditandai dengan ngriwik serta badannya sedikit turun (ngeper) maka kenari jantan bias langsung dimasukkan ke kandan kenari betina. Tetapi apabila kenari betina belum birahi maka harus ditunggu sampai benar-benar siap dan ini akan memakan waktu 2 – 3 hari paling cepat atau 1 – 2 minggu paling lama.

Bila keduanya sudah jodoh dan kenari jantan mau mengawini betina maka jarak 3 hari setelah kedua burung tersebut kawin, kenari betina akan segera bertelur. Persiapan yang harus dilakukan sebelum kenari betina bertelur adalah dengan menempatkan daun cemara angina yang sudah kering, bisa juga dengan sabuk kelapa pada kandang tersebut agar kenari betina segera menyusun sarang dan biasanya dibantu dengan kenari jantan. Namun agar mempermudah dalam proses pembuatan sarangnya harus kita bantu sedikit yaitu dengan menyediakan tempat sarang yang sudah banyak tersedia di kios-kios burung, atau dengan membuat sendiri kotak dari kardus atau tripleks. Pada kotak tersebut kita masukkan sedikit daun cemara kering atau sabuk kelapa agar kenari betina segera terpancing untuk membuat sarangnya.

Kenari betina akan bertelur sebanyak 3 atau 4 bahkan bisa juga lebih dari itu tergantung dari kualitas burung itu sendiri. Namun pada umumnya maksimal jumlah telur burung kenari adalah 3. Pemberian makanan seperti, telur puyuh rebus dan sayuran harus diberikan setiap hari ketika burung kenari jantan dan kenari betina dijodohkan dan masa kawin. Telur puyur usahakan jangan diberikan ketika indukan betina mengeram. Sebaiknya diberikan canary seed dan sayuran saja. Pemberian vitamin A juga perlu diberikan pada saat kenari betina. Hal ini dimaksudkan agar kualitas telur lebih baik juga jumlah telur yang dihasilkan nanti lebih banyak.



Setelah habis masa bertelur biasanya kenari betina langsung mengeram. Masa pengeraman biasanya berlangsung selama lebih kurang 14 hari (2 minggu). Pada masa-masa itu indukan betina jarang sekali makan atau minum. Oleh karena itu berilah secara rutin vitamin khusus untuk stamina burung yang banyak tersedia di toko/kios burung, agar stamina burung kenari betina tetap terjaga serta usahkan makanan selalu tersedia. Hal ini bertujuan agar pada saat telurnya nanti menetas indukan betina akan senantiasa meloloh anakannya dengan baik.

Menjelang 1 hari sebelum masa tetas telur kita harus menyediakan beberapa makanan khusus untuk persiapan indukan meloloh piyikan. Makanan tersebut berupa campuran kuning telur ayam /telur puyuh dengan tepung kacang hijau atau bisa juga makanan buat bayi, serta sayuran. Makanan tersebut kita letakan pada kandang juga jangan lupa air minum diberi vitamin..

Masa-masa kritis pada piyikan kenari biasanya ketika usia anakan kurang dari 7 hari bila anakan tersebut dalam pengasuhan induknya. Setelah melewati 7 hari biasanya anakan akan bertahan hingga mereka dapat keluar dari sarang sendiri. Namun kita juga harus tetap waspada sebab, pada kemungkinan penyakit yang kerap muncul dan menyerang anakan kenari (kenari muda). Sediakan selalu obat-obatan khusus seperti : obat cacing (khusus untuk burung) dan obat untuk gangguan pada pernafasan.

Pada usia 21 hari atau 3 minggu biasanya anakan sudah dapat makan sendiri. Makanan diberikan sebagaimana kenari dewasa yaitu : canary seed, sayuran serta telur puyuh. Pemberikan susu bubuk pada anakan kenari sangat berpengaruh sekali pada proses pertumbuhan serta kecerdasan anakan burung kenari tersebut. Anakan kenari setelah berusia 15 hari boleh dijemur namun jangan terlalu lama cukup 10 menit saja. Itupun waktunya ketika pagi hari sebelum jam 9.00, sebab sinar matahari pagi sangat baik untuk kesehatan burung tersebut.

Pada usia 1 atau 1,5 bulan anakan kenari tersebut dapat kita jual dengan harga sesuai standar pasaran. Namun harus dilihat dulu kualitas warna serta suaranya. Jika menurut pengamatan kita anakan tersebut memiliki corak warna yang bagus serta volume saat ngriwik terdengar keras dan panjang maka sebaiknya untuk anakan kenari seperti ini kita beri harga lebih tinggi apalagi ditunjang oleh indukan kenari jantan juara. Namun tak ada salahnya jika memiliki anakan kenari yang berkualitas bagus sebaiknya kita persiapan untuk bibit pada ternakan kita selanjutnya.

Demikianlah tulisan ini dibuat agar seluruh pecinta burung kenari dapat memahami teknik beternak burung kenari, serta dapat memahami arti penting dalam hal beternak kenari.Semoga tulisan ini dapat bermanfaat.


saya ambil dari kicaumania